Minggu, 06 Mei 2012

Pemeriksaan Diagnostik Sistem Muskoloskletal


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Perawat peduli akan individu yang sedang sakit dan berada dalam periode rentan. Untuk dapat melakukan pekerjaan ini dengan benar, perawat perlu memahami struktur dan fungsitubuh dan mampu menggunakan pengetahuan ini dalam memberikan perawatan kepada pasien. Setiap organ tubuh berperan dalam mempertahankan kesehatan seluruh tubuh dan, jika salah satu organ tidak sempurna, seluruh tubuh akan dipengaruhi. Struktur setiap bagian menggambarkan fungsi dan fungsi menggambarkan struktur. Dengan demikian, mempelajari tubuh manusia merupaka suatu proses pikir yang logis dan sehat, bukan semata-mata proses mengingat.
Ada dua istilah umum yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu anatomi dan fisiologi. Anatomi ialah ilmu tentang struktur tubuh dan Fisiologi ialah ilmu tentang fungsi tubuh. 
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan anatomi fisiologi dari system musculoskeletal yang terdiri dari rangka, otot dan sendi

3.      Tujuan Makalah
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas sebagai salah satu syarat dalam mata kuliah KMB III. Disamping itu juga untuk mengetahui anatomi dan fisiologi system muskuloskeletal.




BAB II
PEMBAHASAN
  1. Rangka (skeletal)
Bagian tubuh yang terdiri dari tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sebagai tempat menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap dan posisi
  1. Sistem rangka dan sendi
a.       Alat gerak tubuh manusia sistem muskuloskeletal: pasif→rangka (skeletal); aktif→ otot (muscle)
b.      Rangka-tulang: jaringan ikat yang keras & kaku (jaringan penyokong); banyak mengandung mineral, zat perekat dan zat kapur.
c.       Tulang rawan, tulang, dan sendi
  1. Fungsi sistem rangka
a.          Penyangga : berdirinya tubuh, tempat melekatnya ligamen-ligamen, otot, jaringan lunak & organ
b.         Penyimpanan mineral (kalsium & fosfat) dan lipid (yellow marrow)
c.          Produksi sel darah (red marrow)
d.         Pelindung; membentuk rongga melindungi organ yang halus & lunak
e.          Penggerak; dapat mengubah arah & kekuatan otot rangka saat bergerak; adanya persendian.
  1. Bagian-bagian tulang
a.             Foramen (lubang pada tulang)
b.            Fosa (lekuk tulang)
c.             Prosesus (tonjolan tulang)
d.            Kondilus (taju bundar)
e.             Tuberkel (tojolan kecil)
f.             Tuberositas (tonjolan besar)
g.            Trokanter (tonjolan besar tulang paha)
h.            Krista (tepi tulang usus)
i.              Spina (tonjolan pada tulang usus)
j.              Kaput (kepal tulang)
  1. Tulang menurut bentuknya :
a.    Ossa longa (tulang panjang): tulang yang ukuran panjangnya terbesar, cth: oshumerus
b.   Ossa brevia (tulang pendek): tulang yang ketiga ukurannya kira-kira sama besar, cth: ossacarpi
c.    Ossa plana (tulang gepeng /pipih): tulang yang ukuran lebarnya terbesar, cth: osparietale
d.   Ossa irregular (tulangtakberaturan), cth: os sphenoidale
e.    Ossapneumatica (tulang berongga udara), cth: osmaxilla
  1. Susunan tulang
a.          Tulang kepala
b.         Kerangka dada 25 buah
c.          Tulang belakang dan pinggul 26 buah
d.         Tulang anggota gerak atas 64 buah
e.          Tulang anggota gerak bawah 62 buah

a.    Tengkorak kepala
1)        Gubah tengkorak
a)      Os frontal/ tulang dahi
b)      Os parietal/ tulang ubun-ubun
c)      Os oksipetal/ tulang belakang kepala
d)     Os temporal/ tulang samping tengkorak

2)      Dasar tengkorak
a)      Os sfenoidal/ tulang baji
b)      Os etmoidal/ tulang tapis
c)      Samping tengkorak
d)     Spongeosa
e)      Petrusum
3)       Tengkorak wajah
a)      Bagian hidung
                                                        i.            Os lakrimal/ tulang air mata
                                                      ii.            Os konka nasal/ tulang karang hidung
                                                    iii.            Os nasal/ tulang hidung
                                                    iv.            Septum nasal/ tulang sekat ronggo hidung
b)      Bagian rahang
i.           Os maksilaris. Tulang rahang atas
ii.            Os mandibularis/ tulang rahang bawah
iii.          Os zigomatikum/ tulang pipi
iv.          Os palatum/ tulang langit-langit
v.            Palatum durum/ tulang keras
vi.          Palatum mole/ tulang lunak
vii.           Os hioid/ tulang lidah

b.   Kerangka dada

1)      Os sternum/ tulang dada
a)      Manubrium sterni
b)      Korpus streni
c)      Prosesus xifoid

2)      Os kosta/ tulang iga
a)      Kosta vera/ tulang iga sejati
b)      Kosta spuria/ tulang iga tidak sejati
c)      Kosta fluitante/iga melayang

c.    Kerangka panggul

1)      Os ileum/ tulang usus
a)   Fosa iliaka
b)   Spina iliaka
c)   Krista iliaka
2)      Os pubis/ tulang kemaluan
a)  Simpisis pubis
b)  Tuberkel pubis  

3)      Os iskhi/ tulang duduk
a)  Tuberositas iskhiadikum
b)  Foramen obturatum
c)  Asetabulum

d.       Kolumna vertebralis
1)      Vertebra servikalis (7 ruas)
a)  Ruas pertama = tulang atlas
b)  Ruas kedua = aksis (epistropeus)
c)  Ruas ketujuh = vertebra prominans
2)      Vertebra torakalis (12 ruas)
a)  Badan ruas
b)  Lengkung ruas : pros. Spinosus
c)  Poros. Transversus

3)      Vertebra lumbalis (5 ruas)
a) Ruas kelima = promontium

4)      Vertebra sakralis (5 ruas)
a) Lubang kecil = foramen sakralis

5)      Vertebra koksigitalis (4 ruas)
a)  Menjadi 1 buah tulang
b)  Persendian dengan tulang sacrum

  1.  Anggota gerak atas
1)      Skapula/ tulang selangka
a)  Prosesus korakoid
b)  Fosa supra skapula
c)  Fosa infra skapula
d)  Kavum glenoid
2)      Klavikula/ tulang belikat
a)  Akromion
b)  Ekstrimitas sternalis
c)  Ekstrimitas akrominalis
3)      Humerus/ tulang lengan
a) Kaput humeri/kepala sendi
b) Kolumna humeri/lekukan pada tulang
c) Tuberkel mayor dan minor
d) Fosa olekrani/lekukan belakang
e)  Fosa koronoid/lekukan depan
f)  Kapitulum
g)  Epikondilus lateralis
4)      Ulna/ tulang hasta
a) Prosesus olekrani
b) Prosesus stiloid

5)      Radius/ tulang pengumpil
a) Kaput radialis
b) Tuberositas radialis

6)      Karpal/ pergelangan tangan
a) Baris pertama/bagian proksimal
 i. Navikular/ tulang bentuk kapal
ii. Lunatum/bulan sabit
 iii. Troquetrum/segitiga
 iv. Fisiformis/bentuk kacang
b) Baris kedua/bagian distal
  i. Multingulum mayus/segi banyak
 ii. Multingulum minus/segi sedikit
iii. Kapitatum/tulang berkepala
iv. Hamatum/ tulang berkait.
7)      Metakarpal/ tulang telapak tangan
a) 5 ruas tulang
b) Bersendi dengan jari tangan

8)      Falangus/ tulang jari tangan
a) 14 ruas tulang di bentuk dalam 5 baris tulang
b) Membentuk persendian dengan tulang tangan dan sendi masing-masing jari

  1. Anggota gerak bawah
1)      Femoralis/ tulang paha
a) Kaput femoris
b) Kolumna femoris
c) Trokanter mayor
d) Trokanter minor
e) Kondilus medialis
f) Kondilus lateralis
2)      Patela/tempurung lutut
3)      Tibia/ tulang kering
a) Prosesus interkondiloid
b) Fosa interkondiloid
c) Maleolus medialis
d) Tuberositas tibia fibula/ tulang betis
e) Maleolus lateralis
f) Prosesus stiloid
4)      Tarsalia/pergelangan kaki

  1. Tulang rawan
a.       Berkembang dari mesenkim membentuk sel yang disebut kondrosit
b.      Kondrosit menempati rongga kecil (lakuna) didalam matriks dengan substansi dasar seperti gel (berupa proteoglikans) yang basofilik.
c.       Kalsifikasi menyebabkan tulang rawan tumbuh menjadi tulang (keras).
a. Berdasarkan jenis & jumlah serat didalam matriks, ada 3 macam tulang rawan:
1)      Tulang rawan hialin: matriks mengandung seran kolagen; jenis yang paling banyak dijumpai
2)      Tulang rawan elastin: serupa dengan tulang rawan hialin tetapi lebih banyak serat elastin yang mengumpul pada dinding lacuna yang mengelilingi kondrosit
3)      Fibrokartilago: tidak pernah berdiri sendiri tetapi secara berangsur menyatu dengan tulang rawan hialin atau jaringan ikat fibrosa yang berdekatan.

b.   Pertumbuhan tulang rawan
Ada 2 cara:
1)      Appositional growth; tumbuh dari luar → sel pembentuk kartilago di dalam perikondrium menyekresi matriks baru kepermukaan luar kartilago yang sudah ada
2)      Interstisial growth; tumbuh dari dalam → kondrosit yang berikatan dengan lacuna di dalam kartilago membelah & menyekresi matriks baru & memperluas kartilago dari dalam. Pertumbuhan tulang rawan berakhir selama periode dewasa
  1. Otot (muscle)
Merupakan jaringan tubuh yang berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan.
Otot membentuk 43% berat badan; > 1/3 - nya merupakan protein tubuh &  ½ - nya tempat terjadinya aktivitas metabolic saat tubuh istirahat.
Proses vital di dalam tubuh (spt. Kontraksi jantung, kontriksi pembuluh darah, bernapas, peristaltic usus) terjadi karena adanya aktivitas otot.
  1. Fungsi sistem otot rangka
a.    Menghasilkan gerakan rangka.
b.   Mempertahankan sikap & posisi tubuh.
c.    Menyokong jaringan lunak.
d.   Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dalam system tubuh.
e.    Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi otot :energi → panas
  1. Tiga tipe jaringan otot
a.          Otot polos
Memilikis satu inti yang berada di tengah,di persarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di organ dalam tubuh(viseral), sumber ca2+ dari ces, sumber energy terutama dari metabolism aerobik, awal kontraksi lambat, kadang mengalami tetani,tahan terhadap kelelahan
b.      Otot rangka
Memiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatic (volunter), melekat pada tulang, sumber ca2+ dari reticulum sarkoplasma (rs), sumber energy dari metabolism aerobic & anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah
c.       Otot jantung
Memiliki satu inti yang berada di tengah, di persarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung, sumberca2+ dari ces & rs, sumber energy dari metabolism aerobik, awal kontraksi lambat, tidak mengalami tetani & tahan terhadap kelelahan.
  1. Struktur otot rangka
a.       Tendon
Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tidak elastis) yang tebal dan berwarna putih yang menghubungkan otot rangka dengan tulang.
b.      Fascia
1)      Otot rangka merupakan kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yang diikat oleh jaringan ikat).
2)      Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yang disebut epimysium (fascia).
3)         Setiap fasciculus dipisahkan olehjar ikat perimysium
4)         Di dalam fascicle, endomysium mengelilingi satu berkas sel otot.
5)      Diantara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam perbaikan jaringan otot yang rusak.
Sel otot → serat otot (endomysium) → fascicle → fasciculus (perimysium) → fascia (epimysium) → otot rangka (organ)
c.       Sarcolemma (membrane sel / serat otot) & sarcoplasma
1)      Unit structural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0,01 - 0,1 mm; panjang1-40 mm).
2)      Besar dan jumlah jaringan, terutama jaringan elastik, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia.
3)      Setiap satu serat otot dilapisi oleh jaringan elastic tipis yang disebut sarcolemma.
4)      Protoplasma serat otot yang berisi materi semi cair disebut sarkoplasma.
5)      Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot
6)      Berdiameter 0,001 mm yang disebut miofibril.
d.      Miofibril (diameter 1-2µm)
1)      Dibawah mikroskop, myofibril akan tampak seperti pita gelap& terang yang bersilangan.
2)      Pita gelap(thick filament) dibentuk oleh miosin
3)      Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)
e.       Sarkomer
1)      Satu sarkomer terdiri dari :
a)      Filamen tebal,
b)      Filamen tipis,
c)      Protein yang menstabilkan posisi filament tebal & tipis
d)     Protein yang mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis.
2)      Pita gelap (pita/ bands aanisotropic); pita terang (pita/bands i isotropic)
3)      Filamen tebal terdapat di tengah sarkomer pita a, terdiri dari 3 bagian:
a)      Garis m; zona h; dan zona overlap
4)      Filamen tebal terdapat pada pita i
5)      Garisz merupakan batas antara 2 sarkomer yang berdekatan & mengandung protein connectins yang menghubungkan filament tiois pada sarkomer yang berdekatan.
f.       Retikulum sarkoplasma
1)      Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot
2)      ≈ reticulum endoplasma disellain.
3)      Terdiri dari tubulus-tubulus yang sejajar dengan miofibril, yang pada garis z dan zona h bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan system tubulus transversal (tubulust).
4)      Tempat penyimpan anion ca2+.
5)      Tubulust → saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion.
6)      Tubulust dan reticulum sarkoplasma berperan dalam metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.
g.      Motor end plates
Merupakan tempati nervasi ujung-ujung saraf pada otot.
  1. Komposisi otot rangka
a.       Otot merah & putih
Otot merah → banyak mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin, yang berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel) kapasitas metabolism oksidatif  yang lebih tinggi dengan aktivitas siklus krebs dan enzim transport electron yang kuat. Ototputih → karena kurang mioglobin kapasitas glikolisis anaerobic yang tinggi dengan aktivitas enzim glikolisis dan fosforilase  yang kuat.
b.      Ekstraktif
Yaitu zat non-protein yang larut dalam air meliputi kreatinin, kreatinin fosfat, adp, asam amino, asam laktat, dll. Zat yang memiliki struktur grup fosfat merupakan zat yang ‘kaya energi’.
c.       Protein
Komponen enzim otot yang mengkatalisis berbagai tahapan pada proses glikolisis merupakan protein sarkoplasmik. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin, aktin, troponin, dan tropomiosin.
  1. Sendi
§  Persambungan/ artikulasio: pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka.
§  Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian.    
Beberapa komponen penunjang sendi:
§  Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat rongga.
§  Ligamen (ligamentum) adalah jaringan pengikat yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian. Ligamentum juga berfungsi mencegah dislokasi.
§  Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan.
§  Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.
§  Bursae adalah  kantong kecil dari jaringan ikat. Dibatasi oleh membran sinovial dan mengandung cairan sinovial. Bursae merupakan bantalan diantara bagian-bagian yang bergerak seperti pada olekranon bursae terletak antara prosesus olekranon dan kulit.
  1. Tiga jenis sendi berdasarkan strukturnya :
a.       Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa
b.      Kartilago /tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan.
c.       Sinovial /synovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk mempertahankan persendian.
  1. Sendi berdasarkan jenis persambungannya :
a.       Sinartrosis
Sendi yang terdapat kesinambungan karena diantara kedua ujung tulang yang bersendi terdapat suatu jaringan
b.      Diartrosis
Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yang bersendi terdapat rongga (cavum articulare)
a.       Sinartrosis
1)      Syndesmosis: jaringan penghubungnya merupakan jaringan ikat.
a)      Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yang tipis. Cth: diantara tulang-tulang tengkorak.
b)      Schindylesis: lempeng pada tulang yang satu terjepit di dalam celah pada tulang lain. Cth antara rostrum sphenoid & vomer.
c)      Ghomphosis: tulang yg pertama berbentuk kerucut masuk kedalam lekuk yang sesuai dengan bentuk itu pada tulang lain.cth: antara gigi dengan rahang.
d)     Syndesmosis elastica: jaringan ikat penghubungnya merupakan jaringan ikat elastin. Cth: diantaraarc. Vertebra  oleh lig.flavum
e)      Syndesmosis fibrosa: jaringan ikat penghubungnya merupakan serat kolagen. Cth: antaraulna & radius oleh membrane inteross aantebrachii
2)      Synchondrosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang rawan. Cth:antara epifisis & diafisis sebelum penulangan selesai, antara kedua ossa pubica.
3)      Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. Cth: antara epifisis & diafisis setelah penulangan selesai, antara osilium, ospubis, danos ischium
b.      Diartrosis
Pada diartrosis terdapat bagian-bagian sebagai berikut:
1)      Ujung-ujung tulang yang bersendi: kepala sendi (caput articulare) &lekuk sendi (cavitas glenoidalis)
2)      Simpai sendi(capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bagian dalam)
3)      Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial
4)      Alat-alat khusus:
a)      Tendon: membatasi gerak sendi & sebagai penyokong mekanik
b)      Kartilago& bantalan lemak (fat pads): discus & meniscus articulares sebagai alat menerima tumbukan, penyangga, & untuk mengurangi diskongruen
c)      Kandung sega(bursae mucosae) untuk memudahkan gerakan sendi
d)     Ligament (accessories, extracapsular, & intracapsular ligaments)
Diartrosis berdasarkan kemungkinan gerak :
1)      Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit symphysis; dihubungkan oleh fibro kartilago. Cth: intervertebral disc, pubic symphysis
2)      Articulationes: kemampuan gerak luas
a.       Sendi sumbu 1
a)      Sendi engsel / hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pada arah panjang tulang. Cth: art.interphalangeae, humero-ulnaris
b)      Sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira sesuai dengan arah panjang tulang. Cth: art.radioulnaris,atlantodentalis
b.       Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus
a)      Sendi telur/ellipsoidal joint (art. Ellipsoidea): kepala sendi cekung berbentuk ellipsoid dengan sumbu panjang & sumbu pendek. Cth: art.radiocarpae
b)      Sendi pelana/saddle joint (art.sellaris): permukaan sendi berbentuk pelana; arah sumbu yang 1 permukaannya cembung &arah sumbu yang lain cembung. Cth: art.carpo-metacarpea
c.       Sendi sumbu3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas; kepala sendi berbentuk bola
a)      Sendi peluru/ ball & socket joint (art. Globoidea): lekuk sendi mencakup kurang dari setengah kepala sendi. Cth: art.humeri
b)      Sendi buah pala (enarthrosis spheroidea): lekuk sendi mencakup lebih dari setengah kepala sendi. Cth: art coxae
  1. Penstabil sendi
a.       Jaringan kolagen kapsula sendi & ligamen.
b.      Bentukpermukaansendi →menentukan gerakan spesifik sendi
c.       Adanya tulang lain, otot rangka, & bantalan lemak pada sendi
d.      Tegangan pada tendon yang menempel pada tulang yang bersendi
  1. Gerakan sendi
a.       Gerakan lurus (linear motion) - gliding
b.      Gerakan sudut (angular motion)
1)      Fleksi-ekstensi-hiperekstensi
2)      Abduksi-adduksi
3)      Sirkumduksi
c.       Gerakan putar (rotation)
1)      Rotasi kanan-kiri
2)      Rotasi medial-lateral
3)      Pronasi-supinasi
d.      Gerakan khusus
1)      Inversi-eversi
2)      Dorsofleksi-plantar fleksi
3)      Opposisi
4)      Protraksi-retraksi
5)      Elevasi-depresi
6)      Fleksilateral

BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Dalam proses penyusunan makalah ini penulis dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa jenis pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan pada sistem muskuloskeletal dan masing-masing dapat membantu dalam menentukan suatu penyakit yang mungkin menyerang system musculoskeletal seseorang
2.      Kritik dan Saran
Setelah membahas dan mempelajari tentang anatomi dan fisiologi system musculoskeletal ini, harusnya pemahaman kita terhadap penatalaksanaan perawatan pasien dan rencana asuhan keperawatan dengan pasien gangguan system musculoskeletal akan menjadi lebih baik.    
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna, penulis berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun terhadap makalah ini, agar penulisan makalah yang akan datang dapat lebih baik lagi.















DAFTAR PUSTAKA
C.Pearce, Evelyn. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,
1992.
Gibson, John. Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC, 200


Tidak ada komentar:

Posting Komentar